|
Study Banding Kominfo Blora |
|
|
|
|
13/08/2010 |
SUMENEP : Sebanyak 20 karyawan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Blora Propinsi Jawa Tengah berkunjung ke Kabupa ten Sumenep, Sabtu (31/07). Kedatangan rombongan Dinas Kominfo Kabupaten Blora dalam rangka study banding ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep.
Ditemui disela-sela kegiatannya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blora, Dwi Santoso mengatakan, pihaknya sengaja melakukan study ban ding ke Dinas Kominfo Kabupa ten Sumenep, untuk mengeta hui pola struktur organisasi, program kegiatan dan sarana, serta prsarananya.
Itu dilakukan mengingat Dinas Kominfo Kabupaten Blora baru terbentuk, yang sangat membutuhkan wawa san dan pengetahuan sebagai bahan pengembangan instansinya.
”Setelah studi banding ini, kami akan laporkan ke Bupati dan DPRD Blora, dengan hara pan bisa mengembangkan Di nas Kominfo Kabupaten Blora yang baru 2 tahun terbentuk, seperti fasilitas bangunan bersama perangkatnya serta program kegiatan. Sebab, sampai saat ini kami belum memiliki bangunan sendiri dan perala tan yang sangat terbatas,”tegasnya.
Ditempat yang sama Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sumenep, Drs. H. Koesman Hadie, M.Si menyata kan, pihaknya menyambut baik kedata ngan rombongan Dinas Kominfo Kabupaten Blora.
Bahkan pihaknya berharap jalinan komunikasi ini terus berlanjut dalam rangka meningkatkan dan mengembang kan tugas pokok dan fungsi Dinas Kominfo dalam upaya membangun informasi pada warga masyarakat.
”Semoga kunjungan ini sebagi awal dari jalinan komunikasi untuk pengem bangan masing-masing instansi di masa mendatang,”tegasnya.
Sementara itu studi banding Dinas Kominfo Kabupaten Blora, selain meli batkan karyawan instansi setempat, juga diikuti kalangan insan pers Kabupaten Blora.
Study banding rombongan Dinas Komoniaksi dan Informatika Kabupaten Blora mengunjungi Kantor Dinas Komin fo, dan Radio Gema Sumekar (RGS) Kabupaten Sumenep. [Yasik, Esha /NR] |
|
Dinas Pendidikan Akui Data GTT SD |
|
|
|
|
13/08/2010 |
SUMENEP : Terkait pendataan guru tidak tetap (GTT) yang dilakukan jajaran Dinas Pendidikan Sumenep melalui masing-masing UPT Dinas Pendidikan di Kecamatan, rupanya untuk GTT Sekolah Dasar (SD) sudah rampung. Meskipun pada kenyataannya yang masuk pada kriteria untuk pengajuan akreditasi masih jauh dari jumlah GTT yang diusulkan. Ternyata, sebagian tidak masuk kritria sebagai guru yang salah satunya terkait dengan ijasah mereka yang masih SMA dan sebagainya. Padahal, sesuai Undang-Undang No.14 tahun 2005, guru SD saja minimal memiliki ijazah S1 PGSD.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Moh. Rais, SPd, MSi kepada wartawan Senin (19/07) mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pendataan sebagaimana mestinya melalui masing-masing UPT Dinas Pendidikan di Kecamatan untuk guru tidak tetap SD. sedangkan untuk guru tidak tetap SMP dan SMA masih belum dilakukan rekap, karena masih ada beberapa sekolah yang belum menyerahkan data GTT kepada Dinas Penddikan Sumenep.
“Yang jelas, kami sudah melakukan pendataan GTT sesuai dengan keberadaan GTT dilembaga masing-masing secara obyektif dan transparan. Hasilnya nanti juga tergantung kriteria yang mengacu pada aturan yang ada,” jelasnya.
Sebab, dari hasil pendataan sementara, masih ada beberapa GTT, yang juga memiliki ilmu kependidikan yang bukan jurusannya. Misalnya, guru yang memiliki ijasah sarjana pendidikan tertentu dan bukan jurusan PGSD tentu tidak bisa mengajar di SD. Kalaupun memang bisa yang diatur melalui Peraturan Pemerintah yakni bagi guru yang berusia diatas 50 tahun dan memiliki masa pengabdian selama 20 tahun lebih.
“Sebenarnya, kami juga tetap berharap agar pengurus GTT yang sebelumnya mengajukan sejumlah GTT di Sumenep untuk duduk bersama, sehingga data tersebut bisa saling disinkronkan dengan melihat realita yang ada,” tambahnya.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Sumenep, dari 6.964 jumlah guru SD, sebanyak 2.516 merupakan guru tidak tetap. Sedangkan yang memiliki ijazah jenjang S1 PGSD hanya 534 guru dan sebanyak 461 dinyatakan tidak layak karena alasan hanya berijazah SMA dan sebagainya. Sementara diluar itu merupakan jenjang pendidikan lainnya. [Ren, Adjie/NR]
|
|
|
Jangan Pernah Bosan Peringati Isro’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW |
|
|
|
|
13/08/2010 |
SUMENEP : Pemerintah Kabupaten Sumenep memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1431 Hijriyah di Gedung KORPRI Sumenep, Jumat (16/07). Peringatan Isra’ Mi’raj tersebut dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Sumenep, unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS), unsur Polres Sumenep, unsur Kodim 0827, dan organisasi kemasyarakatan.
Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM mengatakan, umat Islam sangat penting memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang merupakan sebuah peristiwa agama, sebab umat muslim perlu menggali dan memiliki pelajaran dan renungan dalam peringatan Isra’ Mi’raj tersebut.
Pihaknya berharap, dengan peringa tan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW bisa memperbaiki dan meningkatkan keimanan ummat muslim. Untuk itu, ummat muslim selayaknya tidak pernah merasa bosan untuk memperi ngati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
”Peringatan Isra’ Mi’raj yang dilaku kan setiap tahun itu tidak membuat umat Islam merasa jenuh dan bosan, sebab bagaimanapun juga sebagai hamba Allah SWT selalu merasa kehausan terhadap nilai-nilai spritual untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” tegasnya. Bupati menyatakan, umat muslim yang mendapat nikmat dari Allah SWT harus merespon dengan mengimaninya dan menyadari, bahkan memanfaat kan nya sesuai dengan kemampuan diri.
Sementara santapan rohani peringa tan Isra’ Mi’raj ctersebut disampaikan Dr. KH. Imam Mawardi, MA yang mengupas tentang sikap sabar dan menebarkan sikap baik hati umat muslim dalam mengarungi kehidupan. [Yasik, Esha/NR]
|
|
|
Musyawarah Cabang V IBI Sumenep |
|
|
|
|
13/08/2010 |
SUMENEP : Pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sumenep diharapkan mampu merumuskan tahapan program dimasa mendatang, agar bisa berjalan dinamis, sekaligus menciptakan terobosan baru di sektor pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak.
Hal itu diungkapkan Bupati Sumenep, KH, Moh, Ramdlan Siraj, SE, MM pada acara pembukaan Musyawa rah Cabang V IBI Sumenep di Gedung KORPRI Sumenep, Selasa (20/07).
Bupati menyatakan, organisasi harus merumuskan dan menciptakan program, yang bertujuan untuk tetap mengeksistensikan keberadaan lembaga, khususnya dalam rangka meningkatkan kinerja Bidan.
”Mudah-mudahan dengan Musyawarah Cabang V IBI Sumenep ini, membawa IBI dan anggotanya menghasilkan sesuatu yang baik untuk masyarakat yang senantiasa membutuhkan jasa-jasa Bidan,”tegasnya.
Bupati menyatakan, IBI dan anggotanya harus membangun komitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional.
Bahkan IBI dan anggotanya memiliki semangat misi kemanusian, guna memberikan bantuan dan pertolongan pelayanan bagi masyarakat, utamanya dalam bidang pelayanan kesehatan. Peserta Musyawarah Cabang V IBI Kabupaten Sumenep ini diikuti oleh 443 orang. [Yasik, Esha/NR]
|
|
|
|